Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak. Puisi padang ilalang tujuh. Walaupun alang-alang atau ilalang sangat di benci bagi petani karena dianggap rumput pengganggau atau gulma, namun di balik itu ada manfaat-manfaat yang lain dari ilalang atau alang-alang tersebut.

Secara umum, alang-alang atau ilalang dipergunakan buat melindungi lahan-huma terbuka yg mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yg kedap, memberikan manfaat perlindungan yg dibutuhkan

Manfaat yang lain dari daun ilalalng bianya dikeringkan serta dikebat pada berkas dipergunakan menjadi bahan atap rumah dan bangunan lainnya. Daun ilalang juga kerap dipergunakan menjadi mulsa untuk melindungi tanah pada lahan pertanian. Seratnya halus dari malai bunganya kadang juga dipergunakan menjadi pengganti kapuk, mengisi bantal.

puisi padang ilalang tujuh

Selanjutnya tentang puisi ilalang seri ketujuh, salah satu penggalan baitnya "Di antara angin senja menjemput, di pelupuk mataku Masih terasa butiran kurasa rindumu yang menjelma, setiap jengkal tanah tersimpan air mata kerinduan hanyut bersama jelaga Yang tersapu bersama suaramu di napas senja" Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

Padang Ilalang 7
Karya: Satria Panji Elfalah

Bulir embun menjemput tanah ..
Dari tiap helai ilalang yang hijau kekuningan ..
Dalam setiap jengkal tanah ..
Tersimpan air mata kerinduan ..

Ilalang menari dibelai angin pagi ..
Meliuk manja seolah lupa tempo hari ..
Kala berjuta tangan menahanku ..
Untuk dapat bersua dengan wanita hujanku ..

Semua hening ..
Tiada bayangmu di balik pepohonan ..
Semuanya terpaku bergeming ..
Tiada bayang-bayang hitam yang menahan ..

Melangkah menuju barisan pepohonan ..
Berharap ada jejak yang kau tinggalkan ..
Entah itu hanya secercah kenangan ..
Maupun sejumput kerinduan yang tertahan ..

Serang, 14 Oktober 2016.

Padang Ilalang 8
Karya: Satria Panji Elfalah

Pepohonan menyambutku ..
Kala aku melangkah menjauhi padang ilalang ..
Melerai segala kerunyaman dalam kalbu ..
Menelaah tiap riak di kerlingan matamu yang menghilang ..

Bercvmbu bersama sisa-sisa kerinduanmu ..
Yang tertinggal di antara pusara gulma ..
Hingga senja menjemput di pelupuk mataku ..
Masih terasa butiran kurasa rindumu yang menjelma ..

Tiba-tiba suaramu berbisik di antara angin senja ..
"Kembalilah ke padang ilalang, tunggu aku disana" ..
Seketika itu pula niatku hanyut bersama jelaga ..
Yang tersapu bersama suaramu di napas senja ..

Berbalik menuju padang ilalang ..
Terduduk lagi menantimu datang ..
Wanita hujanku berselendang lembayung ..
Aku akan menantimu disini, di padang ilalang ..

Serang, 15 Oktober 2016.

Padang Ilalang 9
Karya: Satria Panji Elfalah

Penantianku berbaur bersama ilalang ..
Aku menantimu datang ..
Duduk bersama ..
Bermanja ..

Bercengkrama bersama angin pagi ..
Menantimu membawakan kopi ..
Menemaniku melewati ..
Hari ..

Aku akan tetap menunggumu ..
Sampai kapan pun ..
Aku menunggu ..
Menunggumu ..

Wanita hujan bermata berlian ..
Sajakku berisi kerinduan ..
Juga penantian ..
Kesetiaan ..

Wanita hujan berparas rupawan ..
Penantianku tiada bosan ..
Menantimu datang ..
Sayang ..

Serang, 16 Oktober 2016.
-----------------

Demikianlah puisi Padang ilalang tujuh. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Karya: Satria Panji Elfalah di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi alam. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK