Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak, geraham yang meletuk. Bangkai itu harus terkubur Agar telapak bebas dari busuk tertabur Tapi topeng terlalu tebal membusur Tebar ranjau sana sini Tapi enggak mempan Yang ada hanya sakit.

GERAHAM YANG GEMELETUK

Masih saja angin membawa kabar tiada gembira
Meniup perlahan dengan uap membara
Selayaknya gulita malam yang di benci senja
Ataupun air yang bermusuhan dengan api dunia

Bangkai itu harus terkubur
Agar telapak bebas dari busuk tertabur
Tapi topeng terlalu tebal membusur
Hingga tiada celah buat memantul susur

Tinggallah busung penuhi rongga
Menggemuruh dalam badai sunyi mendo'a
Mengayun ejaan puing puing kaca
Siap dengan gerigi setajam sembilu luka

Ada yang tak pernah tertidur
Merangkul kasih bersulam lumpur
Membelai jiwa jauhi kufur
Melangkah tegar meski pernah tersungkur

Esti
Praya, 24-10-2016

KATAKU PADA IBU

Ijinkan aku menepuk dada
Sekali ini saja
Tanpa membusung
Tanpa mendongak

Sebab telaga di mata hampir meretas
Hal yang ibu benci dan saya tak suka
Boleh kan....
Karena jalan kini tiada berkelok

Kemarin dia mencari jalan lurus
Tapi mencintai curam
Bilangnya itu pintasan
Wah terjungkir

Maunya dia bangkit lagi
Tebar ranjau sana sini
Tapi enggak mempan
Yang ada hanya sakit

Kenapa....
Jalanku tidak salah kan bu
Meskipun tidak selalu benar
Tapi ku tahu lebih putih darinya

Esti
Praya, 26~10~2016

Demikianlah puisi geraham yang meletuk. Simak/baca juga puisi puisi yang lain Ibu Esti di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK