Recent Posts
Loading...

Author :
Prosa aku sang petualang fakir. Begitu terjal dan berkelok jalan yang harus ku lalui, maafkan aku tuhan. Aku hanya seorang petualang yang berjalan dengan tapak nista beralaskan kefakiran. Yang jangankan menuju surya, menilaskan tapak kaki saja aku seakan tak kuasa.

Aku sang petualang fakir, satu dari dua prosa di kesempaan ini, adapun masing masing judul prosanya, antara lain.
  • Prosa aku sang petualang fakir
  • Prosa maafkan aku Tuhan
Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian pragraf, kedua prosa tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saj berikut ini.


AKU SANG PETUALANG FAKIR


Sudahlah ... jangan engkau terlalu jauh melangkah, meski engkau paksakan menjejakkan kaki menujunya, dengan tetesan darah hingga urat malu engkau belah. Takkan mungkin tanganmu mampu meraihnya, apalagi engkau bermimpi untuk bersatu, hingga ajal pun mungkin itu akan tetap menjadi impian.

Kembali saja ... dan berbelok arah lah, jauhi dia atau engkau hanya akan tersiksa oleh angan-angan yang terlalu tinggi engkau terbangkan. Khayal yang tetap menjadi sebuah imajinasi tanpa kenyataan, yang akan menjatuhkanmu kedalam kubang lara tanpa tepian.

Sadarlah ... engkau hanya seorang yang jangankan sebuah jubah pelindung raga. Nyawa pun engkau tak punya apalagi sebuah keindahan yang kerap engkau tulis di kanvas tanpa rupa. Cukup sampai di sini engkau bermimpi ... bangun tegak dan pandanglah surya itu. Jika matamu sanggup taklukan sinarnya maka mimpimu mengukir pelangi akan menjadi nyata.

Bersyukur saja engkau mendapati bias surya itu, namun jangan bermimpi untuk menggapai atau menjadikan dia lentera jiwa. Dia dengan hanya biasnya saja mampu buatmu terkapar, maka andai engkau mencoba dekati sudah pasti kau kan terbakar.

Sang nurani yang berbisik lirih kala ku pandangi rerintik di malam sunyi. Seakan sadarkan diri untuk lebih dalam berkaca dan menyadari siapa sosok di raga papa ini. Aku hanya seorang petualang yang berjalan dengan tapak nista beralaskan kefakiran. Yang jangankan menuju surya, menilaskan tapak kaki saja aku seakan tak kuasa.

Mheefrhoodheent
Jambi, 07-10-2016
***

MAAFKAN AKU TUHAN


Aku percaya
Semua skenaria-MU adalah yang terindah
Tiada kesia-sian dalam semua perjalanan ini
Pasti Hikmah nya jauh lebih baik dari apa yang kusiratkan di hati

Namun ... Begitu terjal dan berkelok jalan yang harus ku lalui, penuh perdu onak hingga kaktus berduri. Setiap ku melangkah seakan satu tetes darah membuncah. Melemaskan asa yang kian letih.

Mungkin semua karena kebodohanku yang terlalu lamban berfikir, atau memang inilah suratan Takdir, bahwa langkah ini masih panjang dan belum saat untuk menemukan sebuah pemukiman yang menjadikan petualangan berakhir.
Maaf jika ku tertunduk seperti yang telah kalah, namun saat ini aku hanya tengah merasa lelah.

Mheefrhoodheent
Jambi, 08-10-2016


Demikianlah prosa Aku sang petualang fakir dan prosa maafkan aku Tuhan. Simak/baca juga prosa yang lain dari Mheefrhoodheent di blog ini. Semoga prosanya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel prosa selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments