Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak, nasibnya terkulai tertekan kemarau. Peluh terdera amarah membuai isyarat jiwa merangkai sebuah kata terdera hidup berdegup Pada jantung berpacu gemuruh Malas yang mendera Hingga aksara amarah membui.

PELUH TERDERA
Oleh. H M Taliu B

Malam kelabu hujan pun deras
Membuahi peluh yang terdera
Dibalik zaman terbuka harapan

Apakah amanat itu kau gunakan..
Bagi setetes embun jadi muttiara
Bagaimanakah warna wajahmu..
Melepas cubiran atau senyum..!

Namun kata hati itu tenang
Serta isyarat jiwa merangkai
Dari sebuah kata terdera
Dalam hidup berdegup
Pada jantung berpacu

Sekalipun air mata mendung
Tak kuhanyutkan kesungai keruh
Walau tak membias sepanjang hidup
Malam kabut sukma bertaut rupa
Kita pun bernapas dan sujud pada Tuhan.

B 30. 10. 2016

NASIBNYA TERKULAI
Oleh. H M Taliu B

Kepagian ini langit mendung
Malam berkeluh kesah
Memekik jiwa yang payah
Saling menghujat rayuan syetan
Seperti tak mendengar lagi nasehat

Diam- di diintai kegelapan
Sekalipun matahari tersayat dipunggungnya
Altar rasa menyala dikeheningan

Wawsan leluhur semakin sempit
Tergusur diruang- ruang sepi
Ketika menelusuri solusi pemukiman
Penghidupanpun semakin tertekan

Merekapun mencari lahan titipan
Tergiring lagi kelembah- lembah
Diatas pukan nyamuk- nyamuk kepayahan
Menunggu hingga nasibnya terkulai.

B 29 . 10. 2016

TERTEKAN KEMARAU
Oleh H M Taliu. B

Ketika cahaya menerangi lautan
Air pun menguap jadi awan
Rintiha hujan membasahi embun pagi
Karena angin merongrong buana

Begitu panjangnya kemarau
Membuatmu memekik
Sekalipun air mata beku
Berlumut retak tertekan kemarau

Sekali warna wajahmu
Melepas cibiran ataukah senyum
Serta tangis akhir malam
Lewat tidur dan mipi- mimpi
Mengantar sepi dikesenduan

Oh.......musim berganti........!
Meskipun awan menguap hujan
Atau kemarau mengisap kekeringan
Aku tetap membuai
Menikmati mimpiku sendiri .

B.27. 10. 2016

AMARAH MEMBUI
Oleh H M Taliu. B

Dukungan kalian jadi asfirasi
Tidak asal tawa lepas ceria
Disitu ada bara api terpemdam

Demikian seolah hilang
Terbenam diantara gemuruh
Malas yang mendera
Hingga aksara amarah membui

Kini mengada tangan nasibmu
Hilir mudik menatap kalian
Ada bermusik katanya ngameng
Namun langit tetap biru

Debu angin menyapu wajahmu
Menepi tangan rasa kasihan
Aku hanya bisa lewat membisu
Sekali amatlah....!
Tak mendarah jiwaku.

B. 26 .10 .2016
----------------

Demikianlah puisi nasibnya terkulai tertekan kemarau. Simak/baca juga puisi puisi yang lain H.M Taliu B, di blog ini. Semoga puisinya di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK