Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. puisi kapankah mendung berlalu. Proses terjadinya mendung ketika Air hujan yg meluap karena sinar matahari berkumpul menjadi awan, jika sudah banyak, terjadilah mendung. bumi pun nampak gelap, seperti diketahui mendung adalah gumpalan awan yang terkandung hujan atau langit dalam keadaan  yang agak gelap, tidak tampak sinar matahari (karena terlidung awan).

Begitulah kira- kira proses terjadinya mendung,  kapankah mendung berlalu, judul ini satu dari empat puisi campuran di kesempatan ini adapun masing masing judul puisinya antara lain
  1. Puisi kapankah mendung berlalu
  2. Puisi selamat pagi
  3. Puisi nafasku nafasmu
  4. Puisi cintaku tergantung.
Salah satu penggalan baitnya. "Tak henti kau nikmati anugerah Sungguh iri aku melihatmu Bolehkah aku ikut bersamamu, ketika musim tiada Dengan doa hadirkan rasa Dalam nafas kita, berpangku tangan Hilangkan kerut di dahi Tariklah ke atas garis bibirmu". Selengkapnya dari bait ini, disimak saj puisinya berikut ini.

KAPANKAH MENDUNG BERLALU
Karya : Uncu Nelma

Langit suram awan menghitam
Guruh menggerutu terbatuk-batuk serak
Angin pun berembus mendesak
Menghantam gulungan awan hitam

Seketika gerimis pun jatuh mengembun
Bak tirai kelambu sutra yang terjuntai
Butiran air memercik mengetuk sehelai daun
Membangunkan seekor katak yang sedang bermimpi

Seekor katak melompat-lompat kegirangan
Menari-nari tertawa genit menyambut sang dewi hujan
Di bawah siraman air hujan yang terus turun
Katak tak henti-henti bersenandung bersahut-sahutan

Sungguh iri aku melihatmu
Bolehkah aku ikut bersamamu
Melompat-lompat bebas sesuka hatimu
Bermandikan air hujan bersamamu

Mendung jadi kawan
Dingin tak kau hiraukan
Kau nikmati anugrah Tuhan
Dengan hati lapang dan keikhlasan

Bandung, 8Okt2016 14:30

Selamat Pagi
Karya : Uncu Nelma

Sahabat pagi
Mentari tlah meninggi
Embun tlah pergi
Mari kita berdikari

Buat apa bertopang dagu
Buat apa berpangku tangan
Hilangkan kerut di dahi
Tariklah ke atas garis bibirmu

Semangat sahabat
Gapai mimpimu
Sebelum terlambat...

Bandung, 10Okt2016

NAFASKU NAFASMU
Tyson Tyson

Di atas pasir putih
Jejak dua kaki abadi dalam bait puisi
Ikatan dua janji suci
Sederhana bagaikan langit jingga

Pesonanya debarkan dada
Tidak terkikis ketika musim tiada
Dengan doa hadirkan rasa
Dalam nafas kita

Biarkan aksara mengulum mesra
Setiap kecupan di bibir terasa
Memanah jiwa dengan cinta.

Oktober 2016

Cintaku tergantung
Rendy Segara

Tanpamu hujan tak lagi santun
Memusnahkan bening embun
Menggenangi cekung daun
Memaksa senja enggan turun.

Biar ku sendiri berdiri melamun
Membayangkan mu bertahun-tahun
Tak ada jawaban cintaku kau gantung
Tetap bekerja semangat agar untung

Sore ini hujan tak henti-henti
Adakah cintamu kan terganti
Pada wĘŚria atau pun banci
Silahkan saja kalau beraani

Hujan turun membasahi bumi,
Bayangan rindu menyayat hati.
Akankah kau kembali di sini
Pada saat jiwa ini menanti ?

091016
------------

Demikianlah puisi kapankah mendung berlalu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments