Breaking News
Loading...

Senandung cinta wanita sunyi. Kedua puisi ini berformat puisi prosa. senandung wanita sunyi hanya kombinasi dari dua puisi prosa di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Prosa senandung cinta rahasia nan sunyi
  • Prosa pengorbanan hati seorang wanita demi keataan hati
Salah satu penggalan bait dari kedua prosa tersebut. "Pengorbanan hati seorang wanita demi sebuah ketaatan, bilakah kita adalah utusan takdir yang panjang. Lintasnya menyambar pekikan suara gelegar menyadarkan. Selengkapnya dari bait ini, disimak saja prosanya berikut ini.

SENANDUNG CINTA RAHASIA NAN SUNYI

Karya : Srie Astuty Asdi

Mengenalmu dari bait puisi hati. Goresan tinta sepi, jiwa yang sendiri. Berada aku bagai di awang-awangan.
Hadirmu tiada terduga. Membalut luka seribu penderitaan.

Perasaan indah pun membelai sukma. Telaga merona kembali bahagia. Tinggalkan kesan sedalam mendada. Aku dan kau saling memuja, meski terpancar hanya dari mata jernih berkaca rahasia.

Tetaplah sunyi kita menyatu dalam keheningan. Hening serasa bermesra dengan sang pujaan. Memaknai cinta di atas segalanya. Rela tak memiliki namun tetap bertahta dalam jiwa.

Beralas setia membangun istana cinta. Dinding hati terlindungi percaya. Kasih sayang nan damai selalu tercipta. Seiring tulus ikhlas pondasi teguhnya.

Bentang tabir masa berbingkai asa. Detak jarum jam bernyanyi dalam diam. Syahdu mendayu beribu nada. Melodikan rindu, bertema kesungguhan cinta yang mendalam.

Kekasih ...
Peluklah malam di dada resah. Nanti kita kan terlelap bersama rebah. Bimbinglah bahagia ke debar mimpi. Menanti terpahat nyata dalam ukiran bebait puisi hati. Sembari kita bersenandung, tentang cinta rahasia nan sunyi.

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 17 September 2016



PENGORBANAN HATI SEORANG WANITA DEMI SEBUAH KETAATAN

Karya. : Srie Astuty Asdi

Mencintaimu, laksana menangisi kisah tragedi. Merampas pikir dan mengoyak hati. Kemarahan terkemas dalam kesabaran meniti. Betapa bersamamu mengisah sebuah elegi.

Menjaring lara hingga membungkuk. Mengikat kuat, jalinan sukma merunduk. Memasrah jiwa teriak di tanah retak. Raga merenta namun kaki tetap memijak.

Mempertahankan putih demi hitam yang memikat. Menggadaikan sejatinya tuk janji yang menjerat. Mengabaikan perih sayatan sembilu, melumat cinta penuh damba. Engkau melilitku, kubiarkan napasku tersandera.

Jiwa kini bertudung mendung, ikhlas walau akhirnya binasa. Air mata menyatu dengan hujan kuanggap biasa. Melawan dera berpeluh di bara kemarau, kugersang telah biasa. Dengan bangga kukabarkan pada semesta, aku dan engkau berawal berakhir semegah surga.

Bukan merayu singgasana serupa istana. Bukan meminta bahtera seluas samudera. Sesederhana ingin mengecup mahligai seindah nirwana. Beratap jannah beralas setulus renjana.

Sungguh jauh melafal penzina cinta yang durjana. Sungguh jauh mengeja pengemis cinta yang hina. Sungguh jauh mengata kekasih ingkar yang durhaka. Segenapku telah kupertaruhkan pada segumpalan darah rahim yang sempurna.

Lalu ... seketika langit memetir seolah menanda tanya, bilakah kita adalah utusan takdir yang panjang. Lintasnya menyambar pekikan suara gelegar menyadarkan. Mungkin Tuhan murka atas waktu yang masih sangsi karena keluh dilema. Melupa, bahwa cinta sejati adalah mencintai diri-Nya.

Tanganku gemetar menengadah, mengakui beribu khilaf. Izinkan diri menghamba, pasrah kepada Engkau Sang Maha Kaya akan cinta. Demi taatku, akan kuterjemahkan cintaku pada-Mu melalui taatku kepadanya, sepanjang garis yang telah Engkau tetapkan hingga nyawa terlepas dari raga.

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 03/09/2016


Demikianlah puisi prosa Senandung cinta wanita sunyi. Semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK