Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi dan kata bijak. puisi mengarungi semesta lara dalam jiwa. Lara artinya sedih , susah hati atau sakit hati dan jiwa adalah seluruh kehidupan batin manusia yang terjadi dari perasaan seperti pikiran, angan-angan dan lain sebagainya. jiwa juga biasa di sebut roh dan apa bila sebagai kata kiasan jiwa biasa di artikan kekasih.

Mengarungi semesta lara dalam jiwa, judul ini hanya kombinasi dari beberapa judul puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi lara dalam jwa
  2. Puisi mengarungi semesta jiwa
  3. Puisi digigir sunyi
  4. Puisi tarian badai gelombang
Salah satu penggalan bait dari keempat puisi tersebut, Bianglala yang mengʌmbang di dada angkasa rerantingnya menyungging tawa berbunga di sela taram luka, Karang lepas dari ikatan, Mendᥱsah keraguan. desau angin berpeluh rindu Dan aku terbuai dalam alunan". Selengkapnya dari biat ini, disimak saja puisinya berikut ini.

LARA DALAM JIWA
Mimi Marvill

Riak wajahnya
gʌmbarkan ribuan luka
Pun bola matanya
tak henti gerimiskan sesal
Sedangkan bibirnya, terus saja mengerang

Lentik jemarinya tak kuasa
mengemas lelara
Yang terus menderas,
penuhi jelaga

Jiwanya, kini seolah sirna
Moksa tanpa asa

Jateng, 22 September 2016

MENGARUNGI SEMESTA JIWA
Mimi Marvill

Pucuk-pucuk pinus menyapa bianglala yang mengambang di dada angkasa
Pun rerantingnya menyungging tawa berbunga di sela taram luka
Sedang sang batang, kokoh menahan goda; menopang rindang dedaunan

Aku pun terus berjalan menyusuri cakrawala di keheningan cipta
Coba mencari ruang abadi di tingginya runcing duri misteri
Hingga sampailah aku pada sebuah ruang asri tak berpenghuni

Di sana, wajah sunyiku tersapu desau angin berpeluh rindu
Dan aku terbuai dalam alunan melodi alam nan syahdu
Hingga jiwaku pun lelap di atas ranjang semesta kasih

Jateng, 23 September 2016

DI GIGIR SUNYI
Mimi Marvill

Di gigir sunyi
aku sembunyi
dari gaduhnya mata dan telinga
juga tajamnya wicara

Di altar sepi
kurebahkan diri
dari letihnya pengembaraan hati
nan berantai ilusi

Di sana kutemukan mimpi
berlaksa permadani
bermahkota prasasti sejati
di atas singgasana dewi

Jateng, 25 September 2016

Tarian badai gelombang
Pras

Langit lagi menari
Tarian tangis di tengah hari...
Rinai menderas keras..
Angin berhembus menembus maut...

Kawanku yang lagi berlayar di tenggah lautan.
Dengan sepasang dayung sampan.
Tak tau lagi begini adanya hari.!??
Terjang tertunduk diam..

Dan kini gelap...
Awan mengerudung hitam ..
Tangis hari disentuan badai gelombang..
Mengahatam pekat .. Karang lepas dari ikatan dalam...
Mendᥱsah desahan keraguan...

Kau belajar ...
Dari gelapnya siang dan terangya malam
--------------

Demikianlah puisi mengarungi semesta lara dalam jiwa. Baca juga puisi aneka puisi yang lain, ada di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments