Breaking News
Loading...

Puisi Keyakinan jiwa wanita bermata hujan. Memiliki keyakinan dapat mengestimasikan kapan hal yang disingkan akan mewujud, tidak semua wanita berani memberi atau mengungkapkan kapan penantiannya (seumpamanya) akan berakhir dan mendapatkan jawaban-Nya.

Keyakinan serta fikiran positifnya bisa melampaui hal nyata sedang dihadapi. termasuk keyakinan seorang wanita, yang belum adanya sebuah nama yg mengarah ke hatinya. terkadang wanita justeru tak terlalu memikirkannya.

Keyakinan jiwa wanita bermata hujan, judul hanya kombinasi dari kosakat dua judul puisi pada kesmpatan ini, yang di tulis oleh Sri Astuty asdi. adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi keyakinan
  • Puisi senandung jiwa wanita bermata hujan
Salah satu bait dari puisinya. " Suara suara sumbang Gubahan rindu menggunung, dari pekat cemburu yang semakin melarat. Membelah buih - buih menghanyut. Ayat- ayat alam sabdakan penat. Keyakinan hati masihlah teguh Seteguh hasrat yang berlabuh". selengkapnya dari bait ini, Silahkan disimak saja puisinya beriku ini.

* KEYAKINAN *
Oleh : Srie Astuti Asdi

Aku masih setia menunggu
Menanti musim semi berseru
Menabur cinta di segala penjuru

Kucampakkan sunyi dengan melagu
Mengisi indah hanya tentangmu
Pada syair-syair rindu yang kuramu

Dikaulah lirik-lirik kupuja
Berpigura di dinding sukma
Kuletakkan dengan sangat sempurna

Keyakinan hati masihlah teguh
Seteguh hasrat yang berlabuh
Bersemayam satu di dirimu, utuh

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 10/09/2016

Puisi Keyakinan jiwa wanita bermata hujan.

● SENANDUNG JIWA WANITA BERMATA HUJAN ●
Karya : Srie Astuty Asdi

Terkisah wanita bermata hujan berbulu rindang. Sunyi dianggap nyanyian ombak bergelombang. Sedang malam adalah buta yang benderang, di tengah air pasang.

Beribu sengketa menikam hasrat. Menyulam kalam-kalam renjana yang mengikat. Mengurai, meraup suara-suara sumbang menjerat. Gubahan rindu menggunung, dari pekat cemburu yang semakin melarat.

Senja di wajah cinta mengkabut. Membelah buih- buih menghanyut. Ayat- ayat alam sabdakan penat. Tertimbun gigil-gigil lara melekat. Hujaman dingin kini membeku tak jua larut.

Berkecamuk riak angan mencumbu hening. Menggantung di dahan-dahan rapuh nan lembab. Mengawang kitari gemawan tiada bergeming. Terperangkap pada langit-langit berlubang.

Jingga pun berarak membias kelabu. Mengabu, sewarna tumpukan debu. Seolah menjahit jejaring di peraduan dalam kelambu. Sembari bersenandung tentang kabut-kabut berjatuhan di tanah membatu.

Bergantilah dikau musim. Semikan kembali negeri khayalanku. Tumbuhi kelopak-kelopak ranum kembang andewi, menjuntai di rambutku. Sekemilau bening, manakala alam beralih musim. Pancarkan pijar di binar mata, menghapus bulir yang kemarin membasah.

Kemilau Mata Bening
SAA Mksr, 10/09/2016
--------------------------

Demikianlah puisi keyakinan jiwa wanita bermata hujan. Terimakasih sudah menyimak puisi karya dari Sri Astuti asdi (Kemilau mata bening) baca juga karyanya yang lain, kami update di blog ini. semoga puisinya menghibur dan bermanfaat.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK