Skip to main content

Puisi Pataka Rindu | Puisi Tentang Rindu

Puisi Pataka Rindu | Puisi Tentang Rindu
Puisi Pataka rindu. Pataka adalah sejenis bendera atau panji militer yang digunakan dalam peperangan untuk memberitahu titik berkumpul kepada pasukan dan menandai lokasi panglima perang.

Penggunaan pataka diperkirakan sudah berawal dari Zaman Mesir Kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu. Kekaisaran Romawi juga membuat pataka-pataka tempur untuk menandai pembagian pasukannya yang besar. Di Eropa, Penggunaan pataka diformalisasi oleh angkatan darat di era Abad Pertengahan Tinggi dimana panji-panji perang saat itu dihiasi dengan lambang dari panglima mereka.(wikipedia).

Lalu apa hubungan rindu dengan patakan atau benedera, Nah puisi kali ini merupakan puisi bertema rindu atau puisi rindu, salah satu judul puisinya berjudul pataka rindu atau bahasa puisinya bendera rindu. untuk lebih jelasnya silakan disimak saja puisi rindu berikut ini.


PUISI PATAKA RINDU
Oleh: ‎Bulan Ryandhani

Pataka rindu melambai
Rayu mentarimu, melempar awanku

Biar sekejap kujengkal wajahmu
Yang maya di balik tirai cakrawalaku
Agar menggemericik pun rasa
Dan mengalir menuju muara rindu

Oh ... Cinta
Jiwaku masih terbenam di dasar cawan penuh @nggur
Namun aku, sudah mati rasa dalam kesunyian

Angin ...
Bawalah dia kembali
Tuk biluri hati nan perih

Aku
Sudah tak sanggup direndam sunyi
Di dalam bilik waktu menanti
Sendiri, terkunci oleh jarak pemisahan ini

Duh kekasih pelipurku
Janganlah dikau sebatas mimpi
Melangkah pulang dari ujung sesunyiku

Di sini ...
Senggalku kian sekarat
Dan terbiar oleh kehangatan cintamu

Kediri, 28*02*2016


Puisi Rindu
Oleh: Herlina Alle

Deras tangis iringi hujan
Lirih terdengar nada rindu
Syahdu terasa pilu
Perih luka telah kembali

Kuatnya jiwa tak seteguh hati
Rapuh menompang luka
Senyuman bibir palsu
Menjadi pelangi setelah hujan

Hai rindu yang membara
Nyanyian mu tulikan telinga
Dimana mata memandang
Wajahwajah rindu menjadi pandangan

Clp,090316


PUISI RINDU
Oleh: Winarti Wina

Ketika rindu mulai bicara
Dan rasa ingin bersama selalu mengoda
Seperti mentari pancarkan sinarnya
Merekah dan bercahaya

Namun bila rindu mengambang dalam angan
Seluruh tulang-tulangpun rapuh tak bertuan
Jantung berdetak lebih kecang
Dan denyut nadipun berhenti menahan
Segala sesak penat bahkan membusuk ke dalam rongga-rongga hatinya

Darah mengalir lebih cepat
Bahkan terkadang berganti warna
Dari merah menjadi putih
Bahkan terkadang berkurangnya trombosit

Bila waktu bisa kuputar ulang
Ingin sekali kembali
Pada masa yang silam
Saat aku ada dalam genggam tanganmu yang kusayang

Bilamana waktu berselang
Aku telah hilang dalam pandang
Hanya satu malam
Aku mengejar mimpiku yang tak kujung datang

Pagi hampir tiba di depan mata
Hingga aku merasa bahagia
Melihat kau tertawa
Tersenyum mengembara


Demikianlah puisi pataka rindu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.