Recent Posts
Loading...

Author :
Puisi Haibun Hampa | Gerimis pagi ini masih mengundang. Cahaya mentari terhalang awan kelabu. Sendu, seperti hatiku kini. Hampa di jiwa tanpa sapamu. Hadirmu bagaikan terhalang mendung di kotaku.

Detak jam berpacu melawan waktu. Seakan enggan menunggu sang mawar dalam kepiluan. Menanti asa yang tiada kini. Racun cinta yang kamu semai mulai merambah rinduku. Tak kuasa aku menahan hampa kini.

Awan kelabu mulai berarak tertiup sang bayu. Seolah memahami kesedihan sang mawar. Bersama desahan angin menyapa. Membelai mesra ragaku, seakan tak mau kehilangan. Hingga merona paras wajahku. Angin sampaikan padanya, pada kehampaan ini, aku sangat merindunya.

Pilu menanti
Bersama sang bayu
Hampa rinduku

By.DewyRose.
Bkz, 26.02.16
10:35

Demikianlah puisi haibun hampa. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

disqus comments