Skip to main content

Puisi Pendek Dalam Buku Harian

Puisi Pendek Dalam Buku Harian

Puisi pendek dalam buku harian, Dalam buku harian disini maksudnya adalah puisi pendek yang semuanya bersumber dari catatan harian seseorang.

Jadi puisi pendek dalam buku harian, bukan puisi yang menjelaskan, puisi dalam buku harian, sebagaimana kita tahu buku harian merupakan buku catatan kejadian yang kita alami sehari hari terkumpul dalam satu buku tersebut.

Dalam catatan buku harian yang dipublikasikan puisi dan kata bijak mengungkapkan emosi perasaan sang pemilik catatan, yang seakan bergelombang ada suka ada dukanya.

Apakah hal ini kisah nyata dari sang pemilik catatan harian hanya dialah yang tau sesungguhnya apa yang dia tulis.

Mungkin begitulah sekilas tentang puisi pendek dalam buku harian yang dipublikasikan puisi dan kata bijak di kesempatan kali ini.

Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian catatan harian tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini puisi pendek catatan dalam buku harian.


Puisi Pendek Dalam Buku Harian

Kau kumiliki, tapi seakan begitu jauh hatiku tuk merengkuhmu, padahal kau tlah punyai ragaku...
Sedang kau,tak kumiliki
Tapi seakan semua yang ada padaku tlah kau genggam
Hatiku,jiwaku, inginku, rasaku telah menyatu denganmu
Nyata ini tak bisa kupungkiri aku memang tengah ada

Wahai Pemilik Takdir
Dengarlah suara hatiku mengadu padaMu
Rubahlah semua menjadi yang kumau.
Karena aku pun ingin bahagia.

Begitu banyak yang ingin kutulis tentangmu....
Hingga tinta ini habis tergores...
Tapi rasa ini justru semakin mengarah...

Padamu..padamu dan padamu lg...
Seperti lingkaran cincin yang tak berujung...
Yang entah kapan bisa tersematkan

Padamu Jagalah hati hingga..
hari itu kan tiba...

Bahkan aku tak sempat lagi mengingat cerita sedihk
Karen aku terlalu sibuk mengubah airmataku menjadi kekuatanku
Dan itu tak perlu lagi kau tau
Aku tengah menyulam bahagiaku
Dengan satu persatu ikatan yang akan menjadi sebuah penyatuan

Kasih dua hati kunikmati
Kubiarkan saja....
Kubiarkan seperti air yang mengalir.
Mengisi kekosongan yang tengah menanti.
Diri ini. dan dihati.


Ada bisikan suara hati yang meragu
Di tengah sumringahnya senyummu yang meyakinkanku
Puja pujimu bukan hanya untukku

Padahal kini kau tengah bersamaku
Aku tak begitu, tidak seperti dirimu
Apa arti sajak cinta yang kau beri

Bila kata itu pun kau persembahkan ke hati yg lain
Sajakmu bagiku bukan lagi sajak cinta tapi menjadi sajak luka bagiku

Bila benar kau tulus
Maka yakinkan aku dengan ketulusanmu
Bukan dgn kata merayu hati tuk meyakinkanku dan juga meyakinkn hati yang lain

Cintai kekuranganku atas kelebihan yang kau punya
Kumencintaimu karena lebihmu
Tapi tak bisa kumengerti lebihmu itu menjadi kekuranganku
Apapun itu semua bisa kumengerti

Tapi kali ini cobalah kau mengerti
kenapa kau mesti mengerti
Apa yang tidak bisa kumengerti darimu
Karena mengertimu itu
Adalah keyakinanku

Diam dalam keceriaan
Menyimpan rasa dalam tawa
Pejamkan mata
Lupakan semua
Cukup memperhatikan
Dan mencoba tuk mengerti
Dalam ketidakpengertian asa
Kugamang.

Cintailah aku
sebelum aku mencintai orang lain
tapi cintailah aku di saat hatimu siap
bukan di saat hatimu sepi

Rasakan bahwa aku ada di dekatmu
walau kenangan itu membatasi dan tak mau pergi dari pikirku
kau bagai nafasku
tanpamu kubisa mati.

kau bagai udara yang selalu kuhela
serpihan hati ini kan kupeluk erat sampai mati
bukanlah cinta yang salah, tapi taqdirlah yang salah
mengapa mesti mempertemukan kita
dan kini kaupun pergi dengan yang lain kuterima.

Kusapa kau dengan ketulusanku dan kau sambut dengan hatimu
meski raga tak sama namun sepertinya jiwa kan menyatu
kau datang bak angin menggugah rasa yang sempat terpasung di pesakitan yang patah karena cinta

kurasakn adamu dengan hati bukan dengan gairah
sebab bagiku kasih sayang itu tuk mesti terlihat dan tersentuh
tapi dirasakan dsini di hati..

Aku ada di dekatmu tanpa sedikitpun kau rasakan
dimanakah kepekaan hatimu kala merasakanku
kau kini tengah bersama dia
aku tau itu, kau kini tinggalkan luka pedih di hati dan berbahagia di atasnya
tak sedikit rasa yang dulu terlihat padamu yang ada hnya senyum bahagia tanpa manoleh padaku...
mengapa hati tak bisa membenci padahal tleah menjadi darah karena luka yang menganga...
itu semua karena kutiada dendam padamu., cinta dari hati..

Aku mencintaimu dari hatiku
tapi kaupun mengkhianatiku dari hatimu
apa arti kebersamaan kita selama ini
kau hanya mempermainkan rasaku
kau buat semua menjadi indah lalu kau lupakan begitu saja
dan pergi bersama yang lain
tega..

Maafkan bila kutak jujur padamu tentangku
hatiku biar menjadi ceritaku sndiri
biar kau tau
aku tak semudah boneka bermain
tapi aku adalah seteguh karang di lautan

Kumengerti isyaratmu walau hanya sebatas kata
apa kata hati bukanlah tuk dpungkiri...
tapi di jalani meski itu tak tersentuh olehmu
hanya ada dalam maya ini pula jadi isyaratku lewat sebait kata bahwa akupun ada...

Ada keraguan yang tiba-tiba menyelimuti hati...
Yang entah apa itu
Firasat dalam doa
Semoga Allah sllu memberi yang terbaik...

Cinta itu manis dan begitu indah saat mulai bersemi...
Tapi lebih manis dan indah lagi bila saat-saat itu tiada akan pernah berakhir...

Peluk aku papa aku kini tengah merindumu hatiku bergetar tak tertahan
Peluk aku papa walau hanya bayangmu dalam mimpi
Aku ingin kau jelaskan tanyaku tentang apa yang menjadi rasaku...
Aku ingin berrmanja sambil bercerita tentang apa yg aku alami saat ini...

Bila di hadapm aku ingin selalu menjadi seorang anak kecil yang lugu dan bermanja biar semua kasih dan sayangmu hanya tercurah untukku
Karena hanya kaulah yang bisa menghpus airmataku dikala aku sedang menangis aku kangen papa

Alasan mengapa seorang anak perempuan mncintai ayahnya ialah bahwa setidaknya ada satu lelaki di dunia ini yang tidak akan pernah menyakitinya...

Kupikir aku telah memahami semua tentangmu
bahwa kau adalah aku dan aku adalah kau
tapi ternyata aku salah kali ini aku tak bisa pahami tentanggmu
sikapmu bautku cemburu aku tak suka
mungkinkh ini menjadi pembeda kita
kadang kupikir ini salahku mengapa harus jatuh cinta lagi padamu


Kau tak perlu sempurna mencintaiku
karena cintaku yang akan menyempurnakn cintamu
begtupun aku padamu, kita sempurnakan tuk mencintai
Dia Sang Maha Sempurna secara sempurna
karena ketahuilah duhai penyempurna cintaku
tiada cinta di dunia ini yang sempurna
sesempurna cintaNya
yang mencintai hamba Nya secara sempurna

Perasaan ini tak bisa kubendung.,walau telah bayak alasan darimu yang menghalaunya...
tetap hati tak bisa memahami, serasa ingin kuhempas saja, biar kau tau begitulah aku...

aku sendiri tak mengerti ada apa dengan diriku, mengapa cemburu ini begitu membutakan...
mungkinkah karena baru kali ini aku merasakan jatuh cinta seperti ini lebih dari sebelumnya...

aku akui bila dekatmu itu sangat terasa di hati
karena bagiku kau punya segalanya apa yang kuinginkan
sekali lagi mengapa ini begitu membutakan

inikah yang menjadi pembeda antara kita
dan ini tanda bahwa kau tak bisa kugapai
kau hanya mimpi bagiku yang tak mungkin jadi nyata...

Ada air hujan yang selama ini tertahan di atas awan..
dan kini turun sedemikian derasnya
dan membasahi semesta diri insani..
bumipun menangis, tatkala mlihat ada penghuninya yang begtu duka mendalam..
atas perlawanan takdir yang sedikitpun ttdak berpihak padanya..
tak ada lagi harap tak ada lagi penantian yang mesti menyerah atas nama cinta..

Sesungguhnya kau hanya mau yang aku punya
tapi tak sedikit pun ingin memiliki hatiku
ini yang terakhir aku pastikan itu

Antara ada dan tiada
terus terfikir dengan tiada harap
seperti mimpi yang ada tapi tidak untuk menjadi nyata

Serasa sendiri di tengah keramaian
kosong... sepi...
tiada berkawan..
aku menyerah karena cinta...

Sendiri di keramaian...
berteman detak jam dinding beraturan...
dan dentuman gendang yang memekik telinga buat jantung makin memacu menahan gejolak.

Sembilu menekan jiwa.
Hati berada diujung ketajamannya
Amarah membakar menyulut rasa
Bagai singa mengaum menerkam sang mangsa

Tak sejiwa tak sehati.
Adalah pengoyak kehidupan yang ada pun takkan merubah takdir
Walau airmata telah bersujud menghiba semua telah tertulis di langitNya
Di lauh mahfudz...

Akankah kekuatan doa mampu menghapusnya
Dan merangkai garis lajur seperti yang kau pinta
Hanya pemilik takdir jadi penguasa

Jangan sia-siakan hidupmu dengan menjadi orang lain, buatlah hidup ini menjadi berarti, perjuangkan apa yang berharga bagimu apapun yang terjadi.


Bersambung ke bagian ketiga Catatan harian seseorang. jika masih ingin membaca kelanjutannya silahkan di simak di bagian ketiganya. di halaman selanjutnya blog ini, terima kasih sudah menyempatkan waktunya menyimak/ membaca catata berserinya.