Breaking News
Loading...

Puisi dan kata bijak Puisi harum nikmat kopi. Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yg sudah disangrai serta dihaluskan menjadi serbuk, dicampur dengar air lalu di masak sampa mendidih, untuk mendapatkan aroma harum nikmat secangkir kopi. Minum kopi selain terdapat kenikmʌtan ketika meminumnya, didalam kopi tersebut juga terdapat filosofi tentang kopi dalam kehidupan

Kopi terkenal dengan kandungan kafein yg tinggi. Kafeina sendiri artinya senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid berasal tanaman kopi dan memiliki rasa yg pahit. berbagai efek kesehatan dari kopi pada biasanya terkait dengan aktivitas kafein di pada tubuh.

Rasa pahit kopi inilah yang biasanya membuat para penggemar kopi selalu ketagihan menikmati kopi, tak jarang bagi mereka yang sudah kebiasaan minum kopi, ketika dalam sehari tak minum kopi bagi dirinya serasa ada yang kurang. kadang juga membuat sakit kepala jika tak ngopi dalam sehari.

Peranan utama kafein di dalam tubuh adalah untuk meningkatan kerja psikomotor sebagai akibatnya tubuh tetap terjaga serta memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini umumnya baru akan terasa beberapa jam kemudian setelah selesai mengkonsumsi kopi atau minum kopi.

Puisi Harum Nikmat Kopi

Berkaitan dengan kata kata kopi dibawah ini beberapa puisi tentang kopi atau puisi kopi dikesempatan ini kita sajikan, adapun masing masing judul puisinya antara lain"
  • Puisi harum nikmat kopi
  • Puisi secangkir kopi yang tumpah
  • Puisi kenagan segelas kopi
  • Puisi nikmat
  • Puisi kedai kopi
Salah satu penggalan bait dari kelima puisi kopi. "Sedikit pahit kugagahi kata Panas tak aku hiraukan Keseruput lalu kurasakan rasa menggelora. berenang dalam sanubariku mendekap dalam relung, pahit kugagahi Panas tak ku hiraukan" Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisi tentang kipo berikut ini.

Harum Nikmat Kopi

Aroma harum kopi
Sedari tadi merekah
Berhias buih buih putih
Dengan asap halus tersaji

Kopi kot0ran binʌtang
Luwak katanya
Disajikan dengan cinta
Berbalut rona asmara

Bersama gemintang malam
Dengan sepoi angin bertiup
Seduhan kopi dengan kepulan asap
Hangatkan hening malam temaram

Harum nikmat ku nikmati
Walau sedikit pahit kugʌgahi
Panas tak ku hiraukan
Kesruput dan terus kurasakan

Nikmat harum kopi
Membakar sekejur tubuhku
Membara dalam hasrat aroma tersaji
Jatuhkan bulir bulir keringatku

Anderline.
BLPN 100815

SECANGKIR KOPI YANG TUMPAH

Lama memendam asa nan cita
Kerap terbawa mimpi terseret harap
Rasanya terwujud sekejap saja
Menggenggam hatinya hanya semalam

Lama rasa ingin ini menggelora
Ingin mencoba serenceng kopi cinta
Yang lama terhalang jarak nan kala
Bersama dimensi ruang yang berbeda

Baru saja kuseduh robusta rindu
Masih hangat tersaji dalam hatiku
Yang lama kunanti nan kuinginkan
Mengapa sekejap beranjak pulang

Secangkir kopiku tumpah
Membasahi suasana hati yang jengah
Dibalut nuansa kalbu yang kalang kabut
Kembali dirundung pilu berlarut-larut
Carut-marut perangaiku ...

Bahagia datang sekejap mengedipkan netra
Setelah terbuka lantas dihujam duka
Bukan memetik mawar beraroma asmara
Nyatanya dilempari buah simalakama

Vikry,
Lembang,
10 Agustus 2015

Kenangan Segalas Kopi

Engkau mengatakan
Kopi mocca
Kopi susu
Cappucino
lebih nikmat dan manis
Gurih memenuhi setiap ujung kecupan

Tetapi, aku lebih memilih kopi hitam pekat
Rasanya melesat nikmat
Meskipun sedikit pahit
Plihanku tak akan tersesat

Manis Kunikmati dari rona wajahmu
Berhiasa senyum di setiap akhir kecupanku
Pahitnya berlalu bersama rasa rindu
Larut dalam tatapanmu

Itulah..kenapa
Secangkir kopi pekat hitam
Selalu nikmat, kunikmati
Setiap kecupan dalam kenangan ketika kuminum
Menggugah puing rindu yang selalu bersemi
Mekar diantara Naluri cinta, dalam segelas kopi

Anderline.
BLPN 110815

NIKMAT
Oleh :siamir marulafau

tak usah dikau berenang dalam secangkir kopi
sedangkan dikau selalu berenang dalam sanubariku
mendekap dalam relung
di kala lara mendᥱsah di penantian
akan kuikmati sekujur rindu
harapam tergapai
tergiur dalam anganan
petanda nafasmu tertanam di ujung nafasku
sampai kuterlena mencicipi kopimu
meskipun pahit, rasanya manis semanis madu
menyelinap di dada mulus semulus salju

sm/17/01/2015@siamir

KEDAI KOPI
Pena Omega

Sebuah kota mati; sepi tak berpenghuni
Menyihir yang tampak, menjadi kefanaan sebentuk gerak
Lebih hening dari sunyi mengenang jarak

Usah ragu, kekasih. Ini bukanlah suatu penghujung
Usah kau jatuhkan atma seraya irama hujan
Menampung samar rekata dari kenangan
Lafalkan saja kepada angin, kendatipun paling gaduh
Tentang sketsa sketsa jiwa nan bertemu b!rahinya sendiri

Bayangkan sepasang angsa menari
Dari mimpi yang telah kita lahirkan
Paruh basuh dengan kepakan sayap saling merengkuh
Di tepi kanan dan kiri pepohonan berdahan sama batang
Mencintaimu sebenarnya lebih aneh dari itu

Lalu, ketika hujan mulai membasahi kalbu
engkaupun bertanya kepadaku
; “di mana kita akan berteduh?”

Di sini di sebuah kedai kopi
Mari sejenak, beri jeda pada jejak
Kita lalui setiap adukannya yang nikmat
Guna merampungkan segala penat
Nan belum jua kita pahat

Jakarta, 28 September 2015
------------------

Demikianlah Puisi harum nikmat kopi.  Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi kopi di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK