Breaking News
Loading...
3.11.2015

Posted by :
Puisi tentang hujan. Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Nah dibawah ini puisi yang berhubungan denagn kata Hujan

HUJAN DATANGLAH

Hujan datang, sirami raut wajahku dari mimpi-mimpiku,
Sadarkanku bahwa siang beranjak pergi.
Hujan datang, tawarkan selimut hati,
Mengekang raga, menahan langkahku.

Hujan, janganlah kau pergi,
Aku masih rindu alunan nada-nadamu.
Hujan, tetaplah kau disitu,
Aku masih belum siap melihat dunia.

Hujan, bergemurulah,
Hingga tiada deru nafas tiada arti.
Hujan, menangislah keras,
Hingga tiada hatiku bersedih.

Ini adalah keindahan, tapi juga tangisan.
Selaksa berjalan di lorong hitam tanpa harapan.
Ini adalah senjaku, hujanku dan duniaku,
Temaram senja yang selalu ku nanti.

HUJAN MALAM INI

Rintiknya yang merdu,
bak dentingan gelas-gelas kaca yang sengaja di simfonikan ..
membawa jauh lamunanku malam ini ..
bersama angin yang semilir lembut,
menyentuh relung ..
dan tetes-tetes bening menyejukkan ..
malam ini,
indah lamunanku bersamamu ..
bila saja kau hadir disini, sayang ..
akan kuceritakan hujan,
akan kuceritakan bintang,
dan akan kuceritakan cinta ..
dalam peluk dan sentuhku ..
hujan,
sampaikan padanya ..
“kau yang terindah, kau yang kurindu” ..

SESUDAH HUJAN

Selalu ada suatu yg kian merahasia
Sesudah hujan reda
Kata terakhir tanggal
Dari ujung lidah tanpa makna

Serupa nganga namun bukan luka, katamu
Semacam rasa kangen namun bukan rindu

Bertahun mencari tak jua menemu
Entah apa nama sebenarnya
Manuskrip yg pernah kita baca itu
Tak satupun menjelaskannya

Selalu ada yg kian merahasia
Sesudah hujan reda
Suara suari menghilang
Terjelang lengang bentang sawang

Serupa kosong namun bukan hampa
Semacam sunyi namun bukan sepi

Selalu ada yg kian merahasia
Tapi entah apa nama sebenarnya
Namun kata kata itu

sesudah hujan reda...
kadang tertinggal tetesan yg lembut....
Dan ketika mentari beradu....
adalah warna indah pelangi yg menjelang...
Sesudah hujan reda....
adalah kabut putih terhampar bagai sutra....
Sesudah hujan reda....
adalah kesejukan tiada tara....
merangkai damai hati...

Kesadaran

Hujan belum lagi reda
Masih tetap bertenaga
Untuk mengguyur alam semesta
Sebagai tanda rahmat_Nya

Tidak kah manusia menyadari
Bahwa ini teguran dari illahi
Untuk segera bersadar diri
Mereka yang takabbur hati

Semoga pula manusia mensyukuri
Semua rahmat dari illahi
Dan menjadikan diri ini
Lebih dekat pula pada robbi.

Memeluk Hujan.
Aku suka menunggu hujan...
Rindu begitu mengikat erat tubuhku
kutunggu meskipun habis airliurku

Aku suka memandang hujan...
parasnya cantik lembut,
sejuknya menggetarkan bulu tubuhku.

Aku suka menyentuh hujan...
Selalu membuatku terbuai oleh irama,
hasrat membara melepaskan syahwat dari busurnya.

CINTA SEPERTI HUJAN

Cinta itu seperti hujan
Yang tak bisa kita lihat bentuknya
Jika kita berada diluar ruang
Ya.... Hanya bisa kita rasakan

Hujan, akan terlihat bentuknya
Jika kita berada didalam ruang
Seperti butiran air yang membasahi atap dan pohon
Tik.... Tik.... Tik, hujan rintik-rintik

Seperti layaknya cinta
Yang hanya dapat terlihat oleh bahasa tubuh
Perhatian, penantian, tatapan, senyuman dan belaian
Cinta seperti hujan....

Kadang datang, kadang pergi
Kadang tenang, kadang gaduh
Kadang sejuk atau disertai badai
Namun pada akhirnya akan berwarna dan cerah

By: Delvi Melinda
Tangerang, 6122014

Malam Semakin Kelam

Hujan pun tak mau berhenti
Terus saja menari nari
Langitpun bernyanyi
Ketika para malaikat berlari
Sesekali di iringi kilat yang memotret bumi

Malam semakin kelam
Hanya sunyi yang bergelayut pada alam
Langit pun terus saja berwarna hitam
Lukiskan masa yang telah silam
Yang penuh gʌmbaran buram

Kita hidup untuk terus melangkah ke depan
Bukan tetap meringkuk di peraduan
Menuju satu titik tujuan
Yang semua kan berakhir pada kematian

HUJAN

Tik tik tik
Suara hujan merintik
Terdengar begitu lentik

Ingin aku memetik
Gemerciknya yang cantik
Untuk aku berikan padamu, cantik

Tik tik tik
Suara hujan merintik
Terdengar begitu lentik

Bangkalan
26-12-2014

Hujan Menghiasi

segumpal awan tak beranjak pergi
serumpun tetes hujan turut menghiasi
seluruh taman enggan bersemi
helaian daun pun tak besemangat lagi

bukan untuk gunjingan anugerah pencipta
bukan pula tuk di permasalahkan
bahkan dingin yang di suguhkan
semua wujud ke ikhlasannya

Tuhan...
Terima kasih atas hujanmu

DINGIN MENEMANI ISAKKU

Hujan rintik-rintik suara terdengar
Sepertinya alam mewakili perasaanku
Meringkuk dibalik selimut,kedinginan
Bukan ragaku saja kedinginan,namun hatiku ikut membeku

Suara hujan,beradu dalam isakku
Sesak didada serasa ingin meledak
Sudah memuncah tak tertahankan
Resah dan kesal lebur jadi satu

Bertanya pada diri,untuk apa aku menikmati semua ini
Untuk apa menyusahkan hati sendiri ?
Mengapa tak kubiarkan hati ini baik-baik saja
Kenapa tak kubiarkan segalanya menjadi indah.

Bontang,Des 2014

SalamKu Hujan

Kepadamu wahai jeda yang menampung ribuan petang di pesisirku,
salam hujan kupersembahkan sebagai gulatan sajakmu di nyanyian kita.

Memilah selebihan rindu yang membaur di luka senja yang membukit,
lalu merangkainya menjadi kubahan langit berpelangi,
menabur seharuman janji di tepian harap membentang.

Aku telah merapatkan harap di sini,
di mana telah kubaurkan rindu pada selabuhan matamu yang indah,
mata yang mencerita betapa kita akan menjalani setapak itu,
jalanan yang pernah sunyi.

Lalu kita akan menerjang badai di hamparan langit,
mengayuh nirwana yang telah melarung ribuan pendar di jajaran hati kita,
 seraup kasturi yang telah merangkai di riasan berwarna.

Dan lautan harap kubentang untukmu di selabuhan hati yang pernah kutitip
pada senja terdahulu, senja sunyi yang telah memaki rasa di sepadan waktu.

YI, 30/12/14.

HUJAN

Kabut hitam menyelimuti
Suara gemuruh menggelegar
Setitik air menetes dalam tangan

Gerimis kecil merindu
Suara titik-titik air kini mulai terdengar
Menginjak daratan dan pudar entah kemana
Bagai mutiara bening yang menggelinding

Dalam keheningan hujan ini
Terasa begitu senyap
Sang mentari tak menampakkan tubuhnya

Langit terlihat begitu menghitam
Langit keluarkan air beningnya dalam suasana dingin
Air ini menetes begitu jauh

Dan bumi menampung air ini dalam luasnya samudera
Air langit ini menyebar jatuh dalam daratan tanah
Mengalir berdesir-desir bagai semut berlarian

Dalam suasana hujan ini
Ku lihat tetes air bagaikan butir jagung
Yang memberiku kesan manis

Hujan ini telah memberi suasana berbeda
Air penyejuk dalam kehangatan
Hujan ini jatuh karena Sang Illahi

Memancarkan kasihnya pada manusia
Air dalam hujan
Anugerah-Nya yang begitu besar

HUJAN

HUJAN
By. Rony del bachty

Bukan hanya sebutir
Ribuan juta titik berhamburan
Mendarat dengan sempurna
Dinginkan jiwa yang naif

Ada rasa harap cemas
Gelisah basah menunggu
Dua kekuatan penguasa nafsu
Berbayang mentari tunjuk senyuman

Karya Tuhan tak jua redha
Menelusup kedinginan kesepian
Penantian seakan sia-sia
Aku menanti di sini

Di balik ceraran rintik menggelitik
Doa sebait terbetik
Tuhan, bilakah rinai mati?
Berilah hamba jawaban

Bukan tertolak berkahmu
Hujan mu lembutkan kalbu
Siapakah penakluk hati ini?
Pantaskah ia ku miliki?

Ribuan tanya mendera
Hati mulai membeku
Hasrat tak lagi mengalir deras
Curahanku padamu, Tuhan.

Cikupa, 17 februari 2015

TAK SEPERTI HUJAN

Eloknya hujan.,
datang memberi sejuk,
mendamaikan jiwa yang letih.,
turun bersama gemuruh halilintar,
 menyentak pikiran yg jenuh.,
jatuh diselingi kilat cahaya petir,
sejenak beri terang dalam gelapnya hati.,

cerianya hujan.,
basuh kalbu yang kering,
hapus lara yg menjejak dalam sanubari.,
ajaibnya hujan.,
memukau ku.,
sebab ia hadir sebagai titik titik air cinta kasih SANG KHALIK.,
sirami dunia yang selalu haus akan karuniaNYA.,

KAMUFLASE HUJAN

Tetes hujan mendarat di daun daun
Mengaliri selokan bertumpukan sampah
Hampir saja aku muak pada segala penjamuan kotor pada puisi
Jika tidak di runutkan oleh sapaan ajaib bernama kasih

Tanahku basah
Di celahnya ku hujam mata air kehausan mencari makna harapan
Aku tertarik memandangnya dari segala sisi
Lalu lupa aku di sibukkan oleh pemujaan terhadapnya.

TanjungPandan maret2015

Hujan semalam

Tinggalkan jejak kebasahan
Diatas rumput dan dedaunan
Hadirkan tetesan embun
Dingin menerpa.....

Hujan semalam........
Menghapus debu debu dijalanan kering...
Tapi mengapa Tak kau hapus
Luka hati ini dengan kesejukanmu
Dengan dingin airmu.

HUJAN

Hujan perlahan turun
Tetes demi tetes
Begitu damai kurasa
Saat basahmu menyentuh raga
Mengguyur kering jiwa

Dan Kubiarkan airmu
Membasuh seluruh tubuh
Membawa sisa debu...luruh
Terjatuh..... Di kebasahan tanah

Aku menggigil dingin
Namun tak ingin aku beranjak
Menikmati hujan sore ini..
---------------

Demikianlah puisi tentang hujan. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

* Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang Ingin Berpartipasi Puisi Silahkan Di Kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :

disqus comments

 
INFO KLIK