Breaking News
Loading...

Pantun adalah bentuk puisi lama, tiap bait biasanya terdiri dari empat baris yang bersanjak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri dari delapan sampai dua belas suku kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran), sedangkan pada baris ketiga dan keempat merupakan isi; peribahasa sindiran biasanya”.

Di bawah ini beberapa pantun campuran dari berbagai sumber. kami update, silahkan di simak saja pantunnya berikut ini:

Rindang pohon tertiup angin,
lambaiyyan daun cemara menari nari,
jika perut keroncongan segera makn.
biar cacingnya ngga bunyi bunyi.

Desir angin mendesir halus.
Kicauan burung merdu terdengar
Memikirkanmu membuatku kurus.
Baiknya lupakan saja biar tak lagi bepikir.

Sendiri aku berteman malam
Tiada teman aku terdiam.
Mata terpejam dalm risau.
Mimikirkan anak orang yang bukan milkku

Malam minggu malam yang sunyi
sendiri aku tak ada yang menemani.
duhai yang merasa kekasih hati.
cepatlah hadir menemani aku di sini.

"Cerah mentari menyambut pagi.
cerai hati menyambut disini.
duhai engkau teman semua,
sekali kali hadir dong disini,

"ular melingkar di batang pohon.
elang datang ularnya sembunyi.
jika engkau aku tahan.
aku harapa janganlah pergi.

"kembalikan kepekaan nuraniku.
saat asa tak berseri lagi.
gengamlah jemariku.
hingga asaku kembali berseri.

"mentari memancar dari atas langit
Melingkar erat pada gelang waktu
Hangat melirik tubuh menggigit
Merajah kalbu di langit rindu

Resah rasa rindu di hatiku
tak pernah kalah dalam rasaku
Walau raga tak penah ketemu.
tapi cinta slalu ada untukmu.

"Malam hari tak ada bintang
Terdengar hanya nyanyian jangkrik
Hati rasanya senang.
Punya sahabat yang berwajah cantik

Dilangit pancarkan sinar bulan
Bintang bersembunyi dibalik awan
Duhai sahabat yang tampan
Buatlah hati ini menjadi nyaman,

dalam Malam kelam
di rundung api asmara yang tiada pernah padam.
Sepoi angin.tak sanggup meredam.
Indahnya. Cinta yang lama terpendam.

Berharap mentari dalam gelap
mengharapkan sinarnya menyamapikan pesan
saat cemara bisikan puisi
dalam penantian tak bertepi.

cinta terbangun dalam pertemuan
Rindu mengulas senyum berbiasa

Ketika hati dirundung kasmaran
diri bagai mabʋk buah kepayang
Ingin dibuang tapi terlalu sayang
tapi memabʋkkan kala dimakan

Serasa Pujangga cinta berpuisi
Kata kata indah slalu terangkai
Butiran aksara bagai manikam
berkilauan dari berserinya hati

Resah gelisah slalu mendera
sehari tak bersua hati gundah
Ia yang tlah jadi belahan jiwa
memberikan rona yang indah

Tiada hari tanpa bayangannya
setiap saat dan waktu yang ada
bait-bait indahnya sebuah cerita
terekam tanpa sisa dimemorinya
------

Demikianlah pantun campuran . Simak/baca juga puisi di blog ini, semoga pantunnya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca artikel yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Sekedar informasi Puisi-puisi yang ada di blog Pdkb sebagian bersumber dari status/karya member grup pdkb di facebook

Jika ada pembaca yang ingin berpartipasi puisi silahkan di kirim KE SINI
Dan Untuk berlangganan update Dari blog Puisi dan kata bijak ketikkan email anda di form di bawah ini :
icon

disqus comments

 
INFO KLIK